Review Kuliner Jogja pada khususnya

Préférées

Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

Sogul (Sop Gule yang sebenar-benarnya)

Di Jln. C Simanjuntak 24/A Terban Yogyakarta (depan Karita), Yogyakarta, Indonesia, terdapat warung kecil nyempil sa'upil yang ada lampu kelip2nya kaya tujubelasan dan ramai pengunjung yang kebanyakan para kawula muda. Ialah Sogul, singkatan dari Sop dan Gulai, warung makan yang menawarkan menu Sop dan Gulai sebagai andalannya, ada juga menu lain berupa Tomyam dan Balungan yang tak kalah ciamik. Malam ini kami memilih untuk menyantap Gulai dan Balungan. Oya, warung ini buka after 7 o'clock (gitu balesan sms si empunya waktu kami hubungi tempo hari). Tingkat kepedasan menunya pun disesuaikan dengan selera konsumen, mau cabe satu, satu genggem, ato satu kilo, manut deh, asal tahan. nyahahaha

daftar absensi menu dan tarif di Sogul

Masnya  lagi nyincang cabe dengan khidmat


Guleeeeeeee

nasi putih putih melati alibaba

Balungan cabe satu. beneran satu. satu biji doang

Setelah menyantap Balungan dengan cabe satu yang rasanya enak, saya baru menyadari, tamu - tamu yang datang berikutnya juga kebanyakan memesan Balungan, tampaknya ini menu paporitt. tampaknya begitu. ya gitu sih kayanya. *ditamparcabesekeresek*

LUDES
 Mbak2 mas2 yang suka mamam disini kece2. hehehe lumayan la buat cuci muka, eh cuci mata. Satu saran saya eh dua saran saya jika anda malam ini memutuskan untuk singgah di warung Sogul. Pertama, bawalah tisyu yang aga banyakan. Kedua, pilihlah tempat duduk yang aga diluaran, jangan deket2 tempat masak, soalnya pas sreeeeenngggg!! cabe ditumis, harumnya semerbak dan bikin Hacim2!! nah, disinilah peran tisyu amat sangat penting dirasa. :D 
Sekian review kali ini. Ciao!

Rabu, 23 November 2011

Kichik Kichik e bum bum alala bum bum

Selamat malam sodara - sodara sebangsa dan setanah air. Pada kesempatan kali ini saya akan berceloteh tentang pengalaman saya mamam embek. Tenang, mbeknya uda isdet, dan sudah diolah menjadi masakan yahud yang laik konsumsi. Saya berpetualang ke tanah Mbantul untuk mencapai tempat dari pada makanan ini tersedia, dengan diburu - buru waktu karena jam setengah sepulu sudah harus di Jogja kembali dikarenakan suda beli tiket nonton pilm, jadilah kami melakukan perjalanan padat dan sesingkat-singkatnya. 

Tujuan kami adalah Pasar Jejeran yang berada di jalan Imogiri Timur KM 10 Wonokromo, Pleret, Bantul. Disana ada beragam pedagang yang menjajakan penganan Sate Klathak. Kali ini kami kebagian selatan pasar dan memarkir mobil didepan pedagang sate klathak yang spanduknya ada tulisan nama Pak Bari. 

Sate Klathak sendiri merupakan makanan khas Jogja, yaitu daging kambing muda yang digarami, lalu ditusukkan ke ruji sepeda lalu dibakar. Namun kali ini saya sedang tidak ingin memesan sate klathak, saya mo pesen Kichik Balung ato Kichik Tulang :D
Tulang kambing muda dengan tempelan daging yang empuk, dibumbui dengan kecap, cabai, lada dan garam berasa lumerrr di mulut. Juara deh sekabupaten!! Tanpa malu - malu tangan saya pun langsung maju nyomot tulang dan mulai melahapnya langsung tanpa tendeng aling-aling. Dagingnya yg lembut langsung copot dengan suka rela dari tulangnya tanpa paksaan. Pasraahh dilahap hap hap hap.


daging embek dipotong, dibumbuin lalu ditiriskan

Ini bapaknya lg nusuk2 dagingnya ke ruji


seporsi kichik balung / tulang


 

Untuk seporsi Kichik Tulang ini, kita cukup merogoh kocek sebesar Rp 12.000,00 aja. Jangan salah lho, biar kata tempatnya yang jauh dari kota (sekitar setengah jam), warung makan ini ramai dikunjungi orang - orang yang berasal dari  kota Jogja, bahkan dari daerah - daerah lain. Pas lagi asik - asiknya ngemutin tulang, eh mendadak ada yang cling - cling gimana gitu, ada mas2 tinggi semampai, botak, putih, berdada bidang, dan so pasti ganteng dan itu Nicolas Saputraaaaaa. ngah, untung tulangnya ga ikut ketelen. Si Nico dateng sama Marjuki (lead singernya Jogja Hip Hop Fondation). Ga berselang begitu lama, Doni Tata, pembalap asal Jogja juga hadir ditengah - tengah kita. ngaaahhh . . 
Pengen tetep di tempat buat mandangin mas Nico, tapi apa mau dikata, tiket nonton berkata lain.
See ya next time. Ciao!

Jumat, 18 November 2011

Soto Pak Dalbe

Sarapan, di Jogja, pasti, ga jauh - jauh dari yang namanya soto.
Mau soto ayam, soto daging sapi, soto jeroan, soto duo tigo ompot limo *dilemparin tomat busuk*. Kali ini saya diajak sarapan sama adenda saya yang bernama Guno Noor Bright , biasanya sih peraturannya, siapa yang ngajak, ya dia pula yang teraktir. Tapi lain halnya kalo sama bocah hideung yang satu ini. Pasti saya pula yang kudu harus tanggung jawab dalam masalah keuangan, baik makan, minum, hingga parkiran. Ya, terimakasi dek Guno. 
Pagi ini, (iya, tumben pagi, biasanya jam segini dia masi melanglangbuana di alam bawah sadar. tapi emang dia ga pernah sadar ding. nyahaha) dia menculik saya for having breakpest di Soto Pak Dalbe. Sotonya ngumpet. Sak'upil. (red: upilku ga segede soto pak dalbe juga sih. itu cuman permisalan kok. dimaklumi ya. plis) Soto pak Dalbe ini terletak di jalan JenSoed, diantara 2 bangunan, dan doi menyelempit di tengah2nya gitu, kalo gasalah si dideket-deket Pizza Hut situ tuh.




kalo mau ngambil gorengan, ke belakang aja ya, bukan, bukan wc kok
Seporsi soto ayam kampus, eh, kampung
Soto disini rasanya agak cenderung manis, kaya yang nulis, sambil meringis-meringis, makan manggis, dilempar kapur tulis (YES! Rhymes! hahaha) Soto yang berisikan bihun, taoge, seledri, ayam, dan tahu ini dihargai Rp 6.000,00 per porsi. Kalo mau bayar lebih juga bole si. Pelengkapnya juga macem-macem kok, dengan kisaran harga Rp 1.500,00 per bijinya, ada gorengan tempe, es teh, teh anget, jeruk anget, es jeruk, air putih, sate jeroan, sate daging, kecap, sambel sama jeruk nipis (3 hal yang terahir geratis kok :P). Kalau mau sarapan disini, hendaklah datang tepat waktu (maksutnya tepat pada waktu sarapan), soalnya kalo sudah melebihi jam sarapan, dijamin deh, udah abis. hehehe... Soto ini buka mulai pukul 06.00-11.00, jadi, jangan kesiangan ya, apalagi kesorean, atau bahkan kemaleman :P
 
Pas lagi khidmat-khidmatnya makan. Sepasang sejoli gitu baru dateng dan duduk disebelah kami. Yang cowok semampai. Bukan. Bukan semeter-tak-sampai macam saya, tapi emang beneran semampai dalam arti sebenar-benarnya. Botak. Dan sepertinya saya pernah liat di tipi. Ialah Nova Zainal, bukan Nova Eliza, apalagi Tabloid Nova. Itulhoooo kipernya Persib, entah jaman kapan. Sekarang emangnya kiper Persib siapa? bukan Bambang Pamungkas kaannn?? pasti bukan deeeeeeeh.. hayoo ngakuuu! :))
Kadang-kadang juga ada pengamen nongkrong di pintu masuknya gitu. Suaranya bagus, ramah pula. Sama saya nyengir-nyengir mulu. Mungkin dia kira saya Sarah Azhari kali ya. tanpa air bag montok dan bemper bohai tentunya. Yasudahlahya. Mari sarapan! Jangan ,jangan sarapan lhoo yaa.. Mari tegakkan hidup sehat dan tiang agama! Welah.
Ciao! :*

Jumat, 28 Oktober 2011

Padang Njingglang :D


 I LOVE NASI PADANG. hahaha Soalnya bisa dibilang, rumah makan padang punya rasa yang konsisten, ya kurang lebih sama lah, jadi aman, buat anda yang ga suka coba - coba makanan baru, seperti contohnya ayah saya. Mau keluar kota, mau keluar pulai, teteuupp setianya sama rumah makan padang. errrrr
Pada kesempatan ini, saya akan mengulas kuliner yang tidak kebetulan sama dengan alamat blogspot saya ini. Yap, nasi rendang dan perkedel of course :D
Salah satu rumah makan Padang idola saya dan van_tjikokol di kota Jogja adalah RM Padang Murah Meriah yang berada di Sagan. bukan yang lain lho ya. beda rasa soalnya. Saya mengidolai RM Padang ini karena harganya yang SUPER murahhhh. (balada anak kos) Selain itu, rendangnya empuknya juara tingkat karisidenan. hehehe


tampak depan RM. maap pake lensa fix jadi ga ketangkep semua
NASIRENDANGPERKEDELLL

"Rendang daging adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakan khas dari Sumatera Barat, Indonesia ini sangat digemari di semua kalangan masyarakat baik itu di Indonesia sendiri ataupun di luar negeri.
Selain daging sapi, rendang juga menggunakan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas Indonesia di antaranya Cabai (lado), lengkuas, serai, bawang dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai (Pemasak).
Pada tahun 2011 melalui jajak pendapat internet yang melibatkan 35.000 responden yang digelar CNN International, menobatkan Rendang sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar 'World’s 50 Most Delicious Foods'" Begitulah yang saya kutip dari Wikipedia
Tapi, setau saya sih, rendang dapet peringkat ke11. nomor1nya makanan Thailand kalo ga salah. (maaf lagi mager buat buka web-nya :D dimaapin ya)
Menunya dek Guno, nasinya bagaikan gunung kembar bok.

2 piring nasi (ups 3 piring) lengkap dengan lauk pauknya dan 2 gelas es teh. Hanya 18ribu rupiah sajooo.
Happy eating pals. Ciao!

Kamis, 27 Oktober 2011

Gudeg Permata Bu Pujo

Pada petang hari ini, saya (Amanda), Udrianto GAP a.k.a puput), Hardianto Arie P a.k.a cipet (cilik petakilan) mendapatkan amanah untuk menjemput pramugari maskapai Garuda yang mampir singgah di Jogja, yaitu  Mike Silda (miripketek silitkuda) :))
As an olwes kami jemput doi di Sheraton, dan harus rela nunggu lamak gara2 radar di Soetta lg trouble (why oh why ga pake radarnya si Bulma wae). 
Dan bener aja begitu ketemu di lobi si miki udah kelaperan tingkat RT 05 RW 13. Biasanya menu andalan miki kalo lending di jogja mah cak kotiinngg. (katanya belom njogja kalo belom nyak-koting(read: makan ke tempetnya cak koting))

mbak2 pramugari geret2 koper isi mayat bayi tokek

dikasi esgrim upah nunggu mike ganti bajuk koko

Sebelum meluncur memenuhi panggilan cacing2 pita dan cacing2 kremi yang bertengger hangat di usus duodenum dan usus halus kami masing2, hendaknya kami berfoto2 dulu biar lebih afdol.



pose pamer paha tepong, mike pamer rok baru

After photo session bersama pramugari yang nilai ekonominya mines (barusan beli rok antah berantah dengan harga 1,6jeti , (gambar lebih jelasnya ada tepat diatas tulisan ini) gara2 salah ngitung harga beli kurs dollar Sing. meh), kami siap meluncur ke.. kemana ya???

Cak Koting? engga ah. bosen. Kali ini Miki saya ajak buat mengganyang kuliner Aseli kepunyaan kota Jogja yaitu GUDEG :D
Gudeg Jogja dibagi menjadi 3 (sotoy mode: ON). Gudeg manis, ini merupakan gudeg yg sering kita jumpai di sudut2 kota Jogja, tipikal gudeg ini cenderung kering dan dapat dijadikan oleh - oleh, biasa dikemas menggunakan besek (kotak dari anyaman bambu) atau dalam kendi. Gudeg gurih, gudegnya gurih dan berkuah, merupakan alternatif yang cucok buat para pecinta kuliner yang kurang menyukai penganan manis seperti saya. Yang terahir adalah gudeg Manggar, kalo ga salah pake bunga pohon kelapa (manggar) yang diolah dengan kuah santan, ayam kampung dan bumbu - bumbu apalah entahlah itu yg jelas bikin jadi enak. nyahahaha :D
Karena kesukaan saya menyantap gudeg gurih, Miki malem ini saya boyong ke Gudeg  Permata Bu Pujo yang bertempat di Jalan Gadjah Mada, belakang gedung Bioskop Permata. Jangan heran pada pukul 21.00 orang - orang sudah mengantri disana. Bukan, bukan buat nonton film njot2an :)) tapi buat menanti kehadiran si ibuk yg njualin yg dateng pake becak. Temen saya Repona   sempet terheran2 waktu saya ajak makan disana. Penjualnya belom dateng, dan wala penggemarnya uda ngantri dengan khidmat.



Gudeg bu Pujo ini buka pada hari Senin - Sabtu (Minggu sering tutup, apa emang kalo Minggu libur yak??), Pukul 21.00 - 01.00, tapi biasanya jam 12 kesana aja udah abis - abisan. meh. Pengamen disini juga seru - seru, biasanya bawa instrumen musik kompit :D tapi ya gasampe bawa - bawa sound system mantenan segala sih :P
Harga disini juga "mahasiswa punya", meski tidak semurah Gudeg depan XXI. Tapi ono rego ono rupo (ada duit, ada barang). Rasa gudeg ini tetep favorit dilidah saya, ya, nomer 2 sih, setelah Gudeg Pawon tentunyaaa :D Namun karena waktu buka yang tak terlalu malam, Gudeg Permata ini jadi pilihan pertama saya kalo ingin bersantap gudeg. Maklum, jam 22.00 keatas dijamin saya sudah sedang menggembala bantal. hehe

 seporsi gudeg paha seksi :D
 
mikki wiff minnie :D
Oya, ada satu kekurangan di Gudeg Permata ini, kadang mas2nya yang ngasi-ngasiin suka lupa urutan antrian. Jadi ya suka ada yg protes-protes gimana gitu. Dimaklumin sih, soalnya yang ngantri bayak cyinnn..
Oke sekian review kali ini, udah ngantuk dan siap meluncur bersama pramugari cantik. Next destination, pulau kapuk. Ciao! 

Senin, 24 Oktober 2011

Dimana? Dididypi :D

didipy's menu
 Pilihan pertama saya kalo ditanya mau kemana kalo panas2?? Ngejussss di didypi a.k.a Cafe Gerobakku. Sampe konon nih, salah satu dosen penyutradaraan saya (yang mirip dokter Boyke) suka mampir tuh ngejuss disitu :D 
Letaknya di sebelah percetakan Kanisius. Didypi ini berada di halaman rumah yang sejuk, dibawah pohon yang (lumayan) rindang. Jus buahnya ada macem - macem, komplit sekomplit pasar buah :D . Jusnya juga tersedia dalam varian Float, dikasi es krim gitu atasnya, enakkk :9 smoothie, dan milkshake. Jangan kaget juga kalo siang disini rame banget, apalagi sama mahasiswamahasiswi. Karena letaknya yang deket sama kampus UGM + UNY, cafe ini jadi pilihan para mudamudi untuk melepas dahaga juga sekalian melepas lapar. Iya, disini juga disediakan beberapa pilihan cemilan dan makanan yang lumayan mengenyangkan, seperti spaghetti, poffertjes, macaroni and cheese, dll.


mbak trias *kalo ga salah*
Poffertjes disini juara (mungkin karena ga ada saingannya) :D ehehehe . . Spaghettinya juga lumayan, murah meriah dan cukup mengenyangkan, saus bolognese-nya ringan, ga terlalu rasa itali, sehingga bisa jadi opsi buat orang - orang yang ga suka rasa saus bolognese yang terlalu kuat. Nasi gorengnya ada dua pilihan, merah dan hijau, warna merah karena nasinya nasi merah, warna hijau karena pake cabe ijo (iya, belum ada nasi hijau soalnya :D ). Siomay disini agak cenderung manis. Italian Rice-nya kaya nasi tim, rasanya kaldu gitu, dikasi daging cincang dan kejuuuuuu :9 nyam. Macaroni and cheesenya juga oke. Saya sendiri sudah mencicipi hampir semua menu disini. Dalam kunjungan kali ini, saya memesan banana split with vanilla ice cream (menu baru kayanya nih, soalnya dulu belom ada), sayaangg pisangnya bukan pisang yang besaaarr . . kalo ga salah biasanya banana split kan pake pisang ambon ato apa itu yang aga besar :D ini pisangnya imut :D 

banana split
Finasti memilih poffertjes coklat untuk kudapannya siang ini, dengan Orange Float, sedang saya memilih jus semangka dan ice tea (maklum onta). Poffertjes disini tersedia dalam 3varian. Keju, coklat, dan gula. Poffertjes yang yummy, diguyur dengan icing sugar yang dingin, nyam dan mak cessss . . Kalo anda berminat, poffertjes ini juga dapat ditambahkan dengan ice cream.

choc poffertjes
finasti nangis minta balon
karna bebe saya suda off dari peredaran, jadilah contact finasti digabungin nama saya :S

Oke. Sekian dulu laporan saya. Kalo ke didypi, rekomen saya jangan lupa pesen poffertjes dan spaghettinya ya. Jangan lupa dibagi - bagi sama temennya. Kalo dimakan sendiri, dijamin deh gabisa pulang dengan nyaman (selain kekenyanyan, pasti deh dikutuk sama temen sebelahmu, karena pelit amat sih lo?!?) hehehehe Ciao!

Minggu, 23 Oktober 2011

Jogja Java Carnival

Jogja istimewa!! :D
Istimewa negrinya, istimewa orangnya. Happy Birthday Jogja, Happy Keraton Wedding Jeng Reni, and Happy Carnaval :D
Jogja lagi padet2nya nih. Hotel - hotel pada sold out, dan saya pun ga berani ke tengah kota karena takut macet. Kesian elmo, seteres dia, gas rem kopling gas rem kopling :D. Padahal banyak banget rentetan acara berkaitan dengan Ultah Jogja dan keraton Wedding ini. Jalanan banyak ditutup, pejabat teras negeri juga banyak beredar di jalanan Jogja. Sebagai salah seorang tetangga dari pak Budiono (wapres Indonesia), saya pun merasakan dicegat sanasini. Acara kulinerpun tak luput mewarnai perhelatan akbar ini. Ada makan - makan geratis yang disediakan keraton untuk para warga Jogja. 200 gerobak angkringan diediakan FREE untuk para warga di area Malioboro. Asikknyaaa :D
Tapi sayang sekali saya ga ikut serta dalam acara ini. Jadilah saya nonton karnavalnya aja. Stamina siap! Kamera siap! Mental buat desek2an juga SIAP! ya, diprediksi bakal ada ribuannnn orang memadati area Malioboro yang jadi jalan utama iring - iringan Karnaval yang uda berlangsung 4 tahun berturut - turut ini :D



ini orang semua sodara - sodara. bukan. ini bukan semut
 
pose perut malumaluin nongol2 gitu kaya cacingan


Introducing Pulpy! My lil hedgehog

situ oke? saya. agak meriang nih
Hidup Jogja! Tetap ISTIMEWA! Cao! :*

Sabtu, 22 Oktober 2011

Memujo Soto Bu Pujo

Masih dari pagi yang sama, saya dan Finasti menuju ke tujuan sarapan (kedua) kami yaitu Soto Bu Pujo, letaknya masih di Pasar Beringharjo, namun berada di lantai2 di daerah makanan pintu sebelah timur pasar. Begitu masuk pintu timur, naik tangga, belok kanan lalu kekanan lagi deeehhh :D

Layout Soto Bu Pujo, (right) tempe dan tahu bacem
 Soto ini berisikan soun (bihun), nasi, potongan daging, kubis, seledri dan tauge rebus. Porsinya lebih banyak dari Soto Pithes. Pilihan minum disini juga ga kalah sedappp :) ada es Cau, es kelapa muda, es campur dll. Tapi saya dan Finasti memilih untuk minum air  putih hangat :D

2porsi Soto Bu Pudjo
Kurang lengkap rasanya, makan soto Bu Pujo ini tanpa pelengkap sate ayam :) dagingnya tebel banget, rasanya manis, cocok banget dicampur sotonya. Saya bisa abis banyak sate nih kalo disini :D.

sate ayam pelengkap sotoooo :)

Kami hanya merogoh kocek sebesar Rp 19.000,00 untuk 2 porsi soto, keupuk, dan 3 buah sate :D. Super kenyaaaanngggg! See ya in my next post Ciao! :*

Meremmelek di Soto Pithes

 Hari ini saya dan Finasti (a.k.a nyonya Irfan) memutuskan untuk melancong kekota :) (maklum anak udik, jarangjarang kekota). Setelah memecah celengan ayam kami, dimulailah kegiatan perpiknikan kami :D
Inilah gambar pertama yang ditangkap oleh kamera telungpuluhde saya :D (maap ye yang motret baru bangun)
 
Janjinya si mau berangkat jam8 (rencana tinggalah wacana hahaha), saya si uda bangun pagi2 tuu . . tp si Pikung baru sms pada pukul 08.23 "Ini baru bangun Ma.. Hahahahahahha.. Ini kemana?" Ini kemana itu apa????? ea ea ea 
Perut saya sudah mulai keroncongan waktu elmo mendarat di rumah Pikung, dan mulai nyanyi underground-an waktu kami meluncur ke Pasar Beringharjo. Dari sanalah kami memutuskan untuk melepas rasa LAPARRRR kamiii :)


Berpose bersama (pantat) Elmo.

Our first stop is Soto Pithes. Soto merupakan pilihan sarapan yang cukup digandrungi di Jogjakarta. Soto ini berada di pintu timur pasar Beringharjo, di daerah lapak makanan. Begitu masuk di lantai 1, kita berbelok kanan sedikit, lalu berbelok kekiri . . ikutin lorong aja sampe ketemu si simbah di sebelah kanan jalan. Kalo ga teliti agak susah sih nemuinnya, soalnya ga ada papan nama ato baliho (eh ko baliho?). 

simbah yang jualan soto pithes :)

 Satu porsi soto pithes ini dibandrol Rp5000,00. Yang istimewa dari soto ini adalah cabenya yang dipithes, bukan diulek jadi sambel gitu . Karena saya kurang suka pedes, jadilah cabenya satu aja, itu aja saya udah meremmelek kepedesan ehehehee. Kuah kaldunya udah enak banget, jadi sayang kalo kita tambahin kecap, nanti rasanya jadi rusak. Isi dari sotonya ada nasi, potongan daging sapi, tauge rebus, seledri dan of course 'cabe pithes'nya jangan ketinggalan :) Kuah kaldunya dimasak pake anglo (tungku) jadi rasanya lebih 'jawa' :D


Seporsi soto pithes dengan satu cabe yang dipithes.

tungku anglo
(left) minuman khas Jogja :) Limun Sarsaparila. (right) es sirop without kolangkaling

Untuk minumannya, saya memesan es sirop (tanpa kilongkang, ya, saya menyebut kolangkaling sebagai kilongkang :D aneh ya?). Ada juga Sarsaparila dengan botol kuno-nya. Kalo botol yang baru lebih aerodinamis, bentuknya kaya botol labu Jin dan Jun gitu. Kalo yang ini masi tradisional, coba check tutup botolnya :D lucu yaaaa..Toples - toples kerupuknya juga ga kalah kuno :D 

amunisi pelengkap soto pithes

Oke, diperhentian sarapan pertama kami (pertama?? yes, we are going to have 2nd breakfast), kami cukup merogoh kocek Rp 15.000,00 untuk 2 porsi soto, es sirop, es jeruk, dan 2 buah kerupuk. Sampai ketemu ke posting saya selanjutnya! Ciao! :*